Latest Post

Bandwidth sharing between shared user in hotspot
For example if you have a profile and applied shared user to it (let's say 3) and fix the rate to 512k/512k as in pic1, in normal situation when these shared user logged in each one gets the full rate as in pic2, here is a script to share the total bandwidth between them instead of getting the full bandwidth, in the profile u wanna to share the bandwidth between active users put this script in script on-login tab:
{
:delay 2
:local l [:len [/ip hotspot active find user="$username"]]
# Enter the download and upload speed in kbps in the next two lines
:local up 256
:local down 512
:set up ($up*1024)
:set down ($down*1024)
:if ($l>1) do={
/queue simple remove [find ((dynamic=yes)&&(limit-at="0/0"))]
:set up ($up/$l)
:set down ($down/$l)
:foreach i in=[/ip hotspot active find user="$username"] do={
:local a [/ip hotspot active get value-name=address $i]
:set a ("$a"."/32")
/queue simple remove [find target=$a]
/queue simple add target=$a limit-at="$up/$down" max-limit="$up/$down" name="$user,$l"
:set l ($l-1)
}}}
and in the script on-logout
{
:delay 2
:local l [:len [/ip hotspot active find user="$username"]]
# Enter the download and upload speed in kbps in the next two lines
:local up 256
:local down 512
:set up ($up*1024)
:set down ($down*1024)
:if ($l>0) do={
:set up ($up/$l)
:set down ($down/$l)
:foreach i in=[/ip hotspot active find user="$username"] do={
:local a [/ip hotspot active get value-name=address $i]
:set a ("$a"."/32")
queue simple set max-limit="$up/$down" limit-at="$up/$down" [find target=$a]
}}
:delay 2
local qq ("$address"."/32")
queue simple remove [find target="$qq"]
}
i applied this script to profile with rate of 256k/512k as shown in pic3
now testing the result in pic4 ....







Para ahli Kaspersky Lab menyatakan bahwa Advanced Persistent Threats (APT) akan menghilang dan digantikan oleh ancaman serangan yang lebih berbahaya serta lebih sulit dideteksi dan ditelusuri asal muasal pelakunya pada 2016.

"Di 2016 kita akan melihat evolusi yang signifikan dari keahlian tradecraft dalam spionase siber," kata Juan Andrés Guerrero-Saade, pakar keamanan senior di Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky Lab dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

"Para aktor ancaman canggih ini berupaya meminimalkan biaya dengan memanfaatkan kembali malware yang tersedia secara komersial dan menjadi lebih mahir dalam menyembunyikan peralatan canggih, infrastruktur, serta identitas mereka dengan cara menghilangkan sifat persisten," tambah dia.

Dalam Prediksi 2016, para ahli mengungkapkan bahwa 'Ancaman' masih tetap ada, tetapi konsep 'Advanced' dan 'Persistent' akan hilang untuk mengurangi jejak yang tertinggal di sistem terinfeksi.

Para penjahat siber juga akan lebih mengandalkan off-the-shelf malware untuk meminimalkan biaya yang harus mereka keluarkan.

Berikut perkiraan tren kejahatan siber 2016 dari para ahli di Kaspersky Lab:

1. APT menghilang, diganti ancaman yang lebih berbahaya dan sulit terdeteksi, dimana akan ada perubahan dramatis dalam struktur serta cara beroperasi dari APT.

2. Tindak kejahatan melalui smartTV dan atau mesin pembuat kopi.

Popularitas ransomware akan semakin meningkat dengan penggunaan Trojan perbankan dan diprediksi akan semakin meluas ke area yang baru seperti perangkat OS X, yang kebanyakan dimiliki oleh para target yang dianggap kaya sehingga lebih menguntungkan penjahat siber. Selain itu perangkat mobile dan Internet-of-Things juga dijadikan target.

3. Model pembayaran terbaru.

Sistem pembayaran alternatif seperti ApplePay dan AndroidPay serta bursa saham akan menjadi target empuk bagi serangan siber keuangan dan akan terus dikembangkan oleh para penjahat siber.

4. Membocorkan kehidupan pribadi.

Pada 2015 terjadi kenaikan jumlah DOXing, serangan untuk mempermalukan di publik serta pemerasan. Semua orang mulai dari Hactivists hingga negara menggunakan strategi penyebarluasan foto-foto pribadi, informasi, daftar pelanggan, dan kode untuk mempermalukan target mereka. Kaspersky Lab memperkirakan praktik seperti ini masih meningkat secara eksponensial tahun 2016.

sumber : antaranews

Transmit Power dan jarak antara pusat wifi dengan client adalah dua faktor yang dapat memperngaruhi daya jangkau sinyal.

Posisi peletakan wireless router atau wireless access point yang tepat dan benar akan menentukan baik tidaknya tangkapan sinyal oleh wireless klien yang terhubung. Lalu dimana tempat yang ideal untuk meletakan perangkat wifi tersebut? Itulah pertanyaan yang muncul ketika melihat pernyataan diatas.

Secara spesifik terdapat tiga kondisi lapangan/lingkungan yang dapat mempengaruhi baik tidaknya sinyal pancaran yang diterima oleh klien. Dan berikut adalah ketiga kondisi yang dimaksud.


1. Faktor LOS atau line of sight 
Sebuah kondisi dimana antara sumber/pengirim sinya (transmiter) dan tujuan/penerima sinya (receiver) sama sekali tidak ada yang menghalangi. Baik disisi kiri maupun kanan dari jalur sinyal terdapat area terbuka yang sama sekali tidak menghalangi pemancaran sinyal.


2. Faktor near LOS
Sedikit berbeda dengan kondisi LOS,pada kondisi Near LOS, antara pengirim dan penerima sinyal hanya terhalang pada sisi kiri dan kanan. Meski jalur yang dilewati tidak seluas kondisi satu, setidaknya pada kondisi ini masih ada jalur yang bisa menyalurkan sinyal.

3. Faktor Non Los
Pada kondisi Non LOS ini antara sumber dan tujuan benar-benar terhalang oleh suatu halangan sehingga menyebabkan sinyal tidak dapat terpancar, walaupun bisa peluangnya sangat minim. Peluang sinyal dapat terpancar ini ditentukan oleh jenis dari bahan pnenghalang.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan sinyal untuk menembus sebuah penghalang, yaitu sebagai berikut:

  • Jenis bahan dari material penghalang,
  • Frekuensi Radio,
  • Kekuatan daya pancar sinyal,
  • Metode modulasi.
Melihat dari tiga kondisi diatas, sangat jelas jika kondisi LOS adalah kondisi yang paling sempurna agar secara maksimal sinya dapat diterima oleh penerima/klien.`

So, ketika hendak memasang wifi pastikan terlebih dahulu bahwa posisi yang akan dipilih tidak terhalang sama sekali. Berikut Tips Menentukan Posisi Wifi Router/Access Point yang Baik:
  1. Usahakan pada tempat yang dapat terlihat darai segala arah,
  2. Tempatkan pada posisi yang tinggi,
  3. Jika memang terdapat penghalang, usahakan material penghalang tersebut tidak terlalu padat. Dibandingkan dengan lapisan kayu, gypsum, atau kaca, lapisan beton dapat menghilangkan sinyal dalam jumlah yang lebih besar.
Itulah tips penempatan wifi router/access point yang baik. Pada intinya lokasi yang tidak memiliki penghalang adalah lokasi yang paling ideal. Semoga bermanfaat. :)

Lifi 

Kabel fiber optic berkecepatan tinggi yang menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi modern tidak menghantarkan data langsung ke komputer milik konsumen. Urusan last mile itu biasanya diserahkan ke perantara lain, seperti kabel tembaga atau sinyal nirkabel.

Nah, bagaimana kalau "cahaya" dari kabel fiber optic bisa dibuat menjangkau langsung aneka perangkat yang menjadi tujuan akhir data, baik komputer, TV pintar atau lain sebagainya?


Itulah ide di balik sebuah percobaan yang dilakukan oleh Oxford University dan University College, di mana "cahaya" sebagai medium pengantar data di kabel serat optik diambil, diperkuat, lantas dipancarkan ke komputer secara nirkabel sehingga berperan serupa jaringan Wi-Fi.


Dari hasil percobaan, berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas Tekno dari IEEE Spectrum, Senin (16/2/2015), sistem yang dinamakan "LiFi" itu berhasil mentransfer data dengan kecepatan mencapai 100 Gbps, berkali-kali lipat lebih kencang dibandingkan standar Wi-Fi tercepat saat ini (802.11ac) yang mentok di angka sekitar 7 Gbps.


Namun, LiFi memiliki kelemahan dibanding metode Wi-Fi konvensional. Meski diterapkan melalui semacam base station yang ditempel di langit-langit ruangan, LiFi membutuhkan direct line of sight alias "pandangan" langsung ke perangkat tujuan yang dilengkapi receiver khusus, layaknya koneksi infra red pada gadget jadul.


Selain itu, perangkat tujuan pun harus stasioner alias tidak boleh dipindah-pindahkan. Tim peneliti sedang mengembangkan cara untuk membuat sistem penjejak yang memungkinkan base station LiFi melacak posisi perangkat di dalam ruangan dan membuat sambungan.


Karena belum praktis, untuk sekarang mungkin LiFi masih tak bisa menggantikan WiFi. Namun, dengan kecepatan potensial mencapai lebih dari 3 terabit, para penciptanya berharap teknologi ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk aplikasi lain.


Sumber : Kompas Tekno 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget